Berjaya di Kelas Baru

5258hal08_juarayamaha1.jpgSebagai new comer di kelas bebek 4-tak 110 cc MP2, Teguh ‘War Wer’ Nugroho dapat stempel rookie. Apa pasal? Datang dari Pati, Jawa Tengah, Teguh menyandang gelar pemula. Tapi, di MotoPrix seri-1 di Kemayoran, PP IMI mengklaim sebagai pembalap seeded. Hebatnya, di atas motor pemula, doi berjaya di kelas baru.


Keruan naik pangkat mendadak ini bikin kaget tim yang dimotori Koh Yonk, manager Yamaha TDR FDR NHK Yonk Jaya. Untung dari 2 race yang dilombakan, Jupiter-Z 2009 Teguh War Wer itu berhasil duduk manis di posisi ke-1 dan 2 dari 20 lap yang dilombakan.5259jupiter-gt-2.jpg

“Keputusan naik seeded kita terima. Mau gimana lagi. Masa enggak ikut balap. Cuma masalahnya spek mesin masih pakai motor pemula. Untungnya enggak mengecewakan,” jelas Rundeng, asisten Heru Kate peracik mesin Teguh yang kemarin absen di seri pembuka MP.

Dilansir Rundeng yang dipercayakan Heru Kate, menyeting tunggangan War Wer di Kemayoran, awalnya mengaku pasrah. Dengan spek mesin pemula, cukup berat lawan mesin seeded yang punya power lebih galak di tengah ke atas. Buktinya di rpm atas motor Teguh kerap dibuntuti Mariasan Kocek dan Yoga Adi.

“Karakter bawa motor Teguh beda dengan Sigit P.D. atau Floyriunus Roy rekan setim yang lihay di rolling speed. Teguh maunya langsung buka gas begitu mau lepas chamber. Makanya mesin diseting lebih galak di putaran bawah,” lanjut cah Jogja yang bilang motor Roy dan Sigit nggak pas dipakai Teguh.

5260hal9_jupiter_chuenk_3.jpgKarenanya, mesin Teguh saat turun di Kemayoran masih tetap pemula. Seperti penerapan payung klep in berdiameter 26 mm dan klep out 23 mm. Padahal, kelas MP2 rata-rata sudah mengadopsi payung klep in berdiameter 27 mm sampai 27,5 mm untuk dongkrak power.

Selain klep, Teguh yang lebih sering cepat buka gas di tikungan diakali dengan menerapkan durasi kem lama. Jika punya Roy dan Sigit pasang durasi sekitar 265º, kem in punya Teguh durasinya sekitar 271º derajat dan 270º kem out-nya.

“Dengan dome model bulat dan lebar squish 8 mm, perbandingan kompresi ideal buat di sirkuit Kemayoran sekitar 14 : 1 pakai bensol. Apalagi pengkabut gas bakar dipercayakan karburator Mikuni TM24 dengan setingan spuyer 155/32,5 kondisi terik,” imbuh Rundeng yang terus koordinasi ke Heru Kate.

Meski ubahan head masing-masing motor berlainan, namun Teguh lebih dekat ke setingan rasio milik Floyrianus Roy yang notabene lebih galak di putaran bawah. Itu sebabnya kenapa tiap lepas tikungan motor Teguh tidak pernah kehabisan nafas.

DATA MODIFIKASI

Klep : Sonic
Per Klep : Japan Product
Piston : TDR
Knalpot : Yonk Jaya
Rasio gigi I = 13/36, II = 16/29, III = standar, IV = 20/23 Final gear : 13/41
Sok belakang : YSS
Di Post Dari Motor Plus

Ditulis Oleh : Cindy Auliya Hari: 19.18 Kategori: